Pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru tinggal hitungan pekan. Agar kegiatan PPDB berjalan lancar, Dinas Pendidikan Kota Bandung menyiapkan situs khusus seputar informasi PPDB 2016.

Dilansir dari laman inilahkoran.com, kepala Disdik Kota Bandung Elih Sudiapermana mengatakan, laman resmi tersebut bisa diakses di alamat www.ppdb.bandung.go.id. Selain situs, warga juga bisa mengakses melalui akun media sosial seperti Facebook dan Twitter.

"Untuk informasi detail soal PPDB 2016 bisa diakses melalu situs dan akun media sosial seperti Facebook PPDB Kota Bandung dan twitter @ppdbkotabandung," kata Elih via telepon, Minggu (29/5).

Sosialisasi tatap muka langsung dengan orang tua siswa pun akan tetap dilakukan. Bahkan tahun ini, pihaknya menyebar informasi PPDB melalui media visual.

"Kalau secara lisan kadang-kadang setelah pertemuan mereka lupa lagi. Jadi tahun ini kita juga menyiapkan poster yang berisi informasi PPDB. Selain poster, kita siapkan buku saku yang berisi detail seputar pendaftaran PPDB," ucapnya.

Menurut dia, PPDB 2016 terbagi menjadi dua jalur masuk utama, yakni jalur akademik dan nonakademik. Jalur akademik merupakan jalur masuk berdasarkan nilai ujian sekolah. Pendaftaran jalur ini mulai dibuka 27 hingga 30 Juni mendatang.

Untuk jalur nonakademik, terbagi menjadi empat jenis. Jalur pertama yakni jalur afirmasi rawan melanjutkan pendidikan (RMP) bagi siswa miskin yang telah terdaftar di dalam keputusan wali kota.

"Selanjutnya adalah siswa yang memiliki kartu pengendalian sosial (KPS) dan SKTM. Kuota jalur ini sebesar 20 persen," ujar dia.

Jalur kedua adalah jalur afirmasi non-RMP. Untuk jalur ini, sedikitnya ada tiga jalur pendaftaran, yakni jalur berdasarkan kesepakatan yang mengikat pemerintah daerah, jalur bagi siswa berkebutuhan khusus, dan jalur bagi siswa berprestasi. Kuota untuk jalur ini sebesar 5%.

"Untuk jalur nonakademik dibuka 15 hingga 18 Juni. Ini agar siswa yang mendaftar melalu jalur nonakademik memiliki dua kali kesempatan. Selain itu ada kategorisasi siswa berdasarkan sekolah atau domisili. Kuota ini 10 persen," tandas Elih.

 

sumber : inilahkoran.com

 
 

Go to top