Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan program Toko Tani Indonesia (TTI) di tujuh kecamatan. Keberadaan TTI yang merupakan kepanjangan dari Pemerintah Pusat ini diharapkan bisa menyediakan kebutuhan pangan murah namun berkualitas untuk masyarakat.

Dilansir dari laman inilahkoran.com, Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan, berbagai kebutuhan yang disediakan di toko ini berasal dari para petani. Tidak melalui bandar atau pengepul, seperti beras dengan kualutas medium hanya dijual Rp7.500 per kilogram.

"Berbagai produk pertanian seperti beras ini dijual langsung oleh petani melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sehingga harganya murah. Walaupun murah, tapi tetap petani juga masih mendapatkan keuntungan," kata Dadang di sela acara peluncuran TTI di lapangan Desa Pinggirsari Kecamatan Arjasari, Selasa (30/5).

Selain beras, lanjut Dadang, produk pertanian lainnya yang dijual di TTI ini cukup beragam. Di antaranya adalah bawang merah, dimana saat ini harga bawang merah dipasaran mencapai Rp40.000 per kilogram, di TTI bawang merah lokal dengan kualitas unggul bisa dijual Rp20.000 per kilogram.

"Seperti bawang merah, petani di TTI menjualnya Rp 20.000 per kilogram, tetap ada untungnya. Karena memang biasanya juga petani menjual ke bandar itu cuma Rp 15.000 per kilogram, jadi kalau dia jual Rp20.000 ada untung Rp5.000 kan. Nah begitu juga dengan produk pertanian lainnya, itu disesuaikan dengan komoditas yang ada di daerah masing-masing, seperti bawang merah ini kan banyak pertaniannya di Cimeunyan," ujarnya.

Dadang melanjutkan, selain masih mendapatkan keuntungan, para petani yang tergabung dalam beberapa Gapoktan ini, mau berbagi dengan masyarakat. Memang, selama ini para petani itu juga mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah Kabupaten Bandung, Provinsi Jabar dan Pusat. Seperti bantuan bibit, alat mesin pertanian, biaya produksi, biaya operasional dan lainnya.

"Ini juga sebagai rasa terima kasih para petani. Mereka mau berbagai dengan masyarakat lainnya, dengan menyediakan atau menjual produk pertanian mereka dengan harga murah namun tetap berkualitas," katanya.

Dadang mengatakan, TTI juga memberikan kesempatan kepada para petani untuk belajar menjual langsung hasil pertanian mereka. Dengan begitu, turut menguatkan perekonomian mereka sendiri sekaligus membantu kebutuhan pangan masyarakat.

Kata dia, untuk saat ini, TTI baru didirikan di tujuh kecamatan, diantaranya adalah di Kecamatan Ciparay, Cimaung, Cicalengka, Majalaya dan beberapa kecamatan lainnya.

"Ke depannya nanti bisa semakin menguat dari semula UMKM akan kami dorong dan dikuatkan menjadi sebuah koperasi. Agar para petani ini bisa benar-benar menikmati hasil kerja kerasnya," katanya.

Terkait pengendalian harga berbagai kebutuhan pokok jelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, kata Dadang, pihaknya berupaya melakukan pengendalian harga-harga. Caranya menjaga kelancaran suplai ke pasaran.

 

sumber : inilahkoran.com

 
 

Go to top